Polri Siapkan 44 Humas Dukung Pengamanan Mudik Lebaran 2026

Kamis, 12 Maret 2026 | 12:40:23 WIB
Polri Siapkan 44 Humas Dukung Pengamanan Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Menjelang mudik Lebaran 2026, Polri memperkuat strategi komunikasi publik dengan mengerahkan 44 personel Satgas Humas. 

Langkah ini bertujuan memastikan arus mudik aman, tertib, dan informasi mengenai perjalanan dapat tersampaikan secara cepat kepada masyarakat. 

Operasi Ketupat 2026 tidak hanya menitikberatkan pengamanan fisik di jalan, tetapi juga memastikan pemudik mendapatkan panduan terkini terkait kondisi lalu lintas, pos layanan, dan keselamatan.

Peran Satgas Humas

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menegaskan pentingnya keberadaan Satgas Humas dalam pengamanan mudik.

“Satgas Humas Polri dalam operasi kemanusiaan Ketupat 2026 (1447 Hijriah) dijabat oleh Karo PID, Brigjen Pol Tjahyono. Total personel yang dilibatkan ada sekitar 44,” jelas Isir.

Tugas utama personel ini adalah menyampaikan informasi terkini mengenai kondisi jalur mudik, perkembangan lalu lintas, dan potensi kepadatan. Satgas Humas juga bekerja sama dengan media, memastikan laporan akurat dapat diakses oleh masyarakat secara real-time.

Sebelum diterjunkan, seluruh personel menjalani apel pengecekan untuk memastikan kesiapan alat komunikasi, perlengkapan operasional, dan dukungan anggaran. Apel gelar pasukan juga digelar Kamis, 12 Maret 2026 untuk pengecekan final kesiapan.

Infrastruktur Pendukung dan Posko Mudik

Polri menyiapkan 2.756 posko untuk mendukung kelancaran arus mudik. Posko terdiri dari pos terpadu, pos pelayanan, dan pos pengamanan yang ditempatkan di titik strategis, termasuk jalur utama mudik, rumah ibadah, pusat perbelanjaan, lokasi wisata, terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan.

Secara keseluruhan, ada 185.544 objek yang menjadi fokus pengamanan. Pos-pos ini juga menyediakan layanan informasi, konsultasi, hingga pertolongan darurat bagi masyarakat. Satgas Humas memastikan semua informasi mengenai kondisi lalu lintas tersampaikan dengan cepat dan akurat.

Isir menekankan, pengelolaan informasi publik menjadi bagian penting agar pemudik dapat mengambil keputusan perjalanan dengan aman. Kolaborasi antara Satgas Humas, humas di tingkat Polda dan Polres, serta media menjadi kunci keberhasilan komunikasi ini.

Rekayasa Lalu Lintas dan Puncak Arus

Untuk mencegah kepadatan dan meminimalkan risiko kecelakaan, Polri menyiapkan rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Di antaranya adalah contraflow dan sistem satu arah (one way), yang diterapkan berdasarkan kondisi lapangan.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 dan 17 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung 24 dan 28 Maret 2026. Polri mengimbau pemudik menyesuaikan waktu keberangkatan, memanfaatkan jalur alternatif, dan memantau informasi arus lalu lintas melalui media resmi.

Selain itu, masyarakat yang meninggalkan rumah dapat menitipkan kendaraan di kantor polisi terdekat, baik tingkat Polsek maupun Polres. Layanan ini bertujuan memberikan keamanan tambahan dan ketenangan bagi pemudik.

Keselamatan Pemudik Jadi Prioritas

Polri menegaskan, keselamatan pemudik menjadi prioritas utama. Isir menyatakan:

“Seandainya membutuhkan bantuan silakan ditelepon 110. Ini layanan gratis dan Polri kemudian akan merespons secara cepat.”

Keamanan dan kelancaran arus mudik menjadi fokus kedua, namun tidak kalah penting. Satgas Humas membantu memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat terkait kondisi jalan, sehingga perjalanan mudik dapat berjalan lancar.

Dengan strategi ini, Polri berharap seluruh proses mudik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan nyaman, sehingga pemudik dapat berkumpul bersama keluarga tanpa khawatir terhadap kondisi lalu lintas maupun keselamatan.

Kolaborasi antara Satgas Humas, jajaran kepolisian daerah, dan media juga diharapkan membantu masyarakat mengakses informasi dengan mudah, terutama terkait posko layanan, jalur darurat, dan update terkini kondisi arus mudik.

Terkini